Selasa, 03 Februari 2015

Ke Nganjuk Yuk!


Assalamualaikum, travellers!
Ada yang tahu Kabupaten Nganjuk? atau mungkin hanya pernah mendengar?
Pada post kali ini, saya akan memperkenalkan tanah kelahiran saya, yaitu Kabupaten Nganjuk. Kenalan yuk!
Kabupaten Nganjuk adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia dengan ibukotanya di Nganjuk. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Jombang di timur, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kabupaten Madiun di barat. Nganjuk juga dikenal dengan julukan Kota Angin.
Kabupaten Nganjuk terletak antara 11105' sampai dengan 112013' BT dan 7020' sampai dengan 7059' LS. Luas Kabupaten Nganjuk adalah sekitar ± 122.433 Km2 atau 122.433 Ha. Itu sekilas tentang Kabupaten Nganjuk. Sekarang saya akan menganjak kalian untuk melihat pesona Kabupaten Nganjuk dilihat dari segi pariwisatanya. Check this out guys!

Air Terjun Sedudo
  • Air Terjun Sedudo

    Air Terjun Sedudo
    adalah sebuah air terjun dan obyek wisata yang terletak di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 30 km arah selatan ibukota kabupaten Nganjuk. Berada pada ketinggian 1.438 meter dpl, ketinggian air terjun ini sekitar 105 meter. Tempat wisata ini memiliki fasilitas yang cukup baik, dan jalur transportasi yang mudah diakses.
    Masyarakat setempat masih mempercayai, air terjun in memiliki kekuatan supra natural. Lokasi wisata alam ini ramai dikunjungi orang pada bulan
    Sura (kalender Jawa). Konon mitos yang ada sejak zaman Majapahit, pada bulan itu dipercaya membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun tersebut. Setiap Tahun Baru Jawa, air terjun Sedudo dipergunakan untuk upacara ritual, yaitu memandikan arca dalam upacara Parna Prahista, yang kemudian sisa airnya dipercikan untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda. Hingga sekarang pihak Pemkab Nganjuk secara rutin melaksanakan acara ritual Mandi Sedudo setiap tanggal 1 Suro.
Air Terjun Roro Kuning
  • Air Terjun Roro Kuning

    Air Terjun Roro Kuning adalah sebuah air terjun yang berada sekitar 27-30 km selatan kota Nganjuk, di ketinggian 600 m dpl dan memiliki tinggi antara 10-15 m. Air terjun ini mengalir dari tiga sumber di sekitar Gunung Wilis yang mengalir merambat di sela-sela bebatuan padas di bawah pepohonan hutan pinus. Kemudian menjadi air terjun yang membentuk trisula. Dan karena proses mengalirnya itulah maka masyarakat Desa Bajulan menamakan air terjun merambat. Selain keindahan alam, air terjun Roro Kuning juga memiliki nilai sejarah. Di sekitar lokasi ini terdapat monumen perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan Jenderal Sudirman saat memimpin perang gerilya melawan Belanda pada tahun 1949. Selain menumen, di tempat ini juga terdapat sebuah rumah sangat sederhana yang pada masa perjuangan dahulu sempat ditempati Panglima Besar Sudirman selama satu minggu. Karena itulah selain menikmati keindahan alam, pengunjung air terjun Roro Kuning juga bisa sekaligus mengenang perjuangan Panglima Besar Sudirman. Menurut legenda, nama Roro Kuning ini berasal dari Ruting dan Roro Kuning, dua putri raja yang berasal dari kerajaan Kadiri dan kerajaan Dhoho yang berkuasa sekitar abad ke 11-12 M. Nama asli Ruting adalah Dewi Kilisuci, sedangkan nama asli Roro Kuning adalah Dewi Sekartaji.



Air Terjun Singokromo
  • Air Terjun Singokromo

    Air Terjun Singokromo memiliki ketinggian hanya sekitar 20 meter dengan debit air yang cukup besar.  Kondisi Air Terjun Singokromo masih betul-betul alami.  Air terjun ini terletak tidak jauh dari
    Air Terjun Sedudo lebih tepatnya dibawahnya, jaraknya lebih dekat dari pintu masuk loket obyek wisata. Terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Propinsi Jawa Timur, berjarak sekitar 2,5 km ke arah selatan dari Kota Nganjuk atau sekitar 2 km di selatan Agro Wisata Ganter.  Jalan masuk ke air terjun ini terletak di dekat pertigaan yang jalannya menanjak 500 m dari loket masuk ke Air Terjun Sedudo.Kondisi jalan menuju ke air terjun ini sebagian belum diaspal, bahkan di beberapa bagian masih merupakan jalan setapak. Untuk sampai ke lokasi ini tersebut hanya dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan diperlukan sedikit ekstra tenaga karena kondisi medan yang masih alami.  Bagi yang membawa kendaraan roda empat hanya sampai di tempat parkiran.  Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak lebih kurang 500 meter atau 15 menit hingga tiba dilokasi air terjun berada.  Bagi yang malas berjalan dapat menggunakan jasa ojek untuk menuju ke sana dengan ongkos sekitar Rp 10000.  Keberadaan ojek banyak di temui di parkiran atau di depan jalan tanah setapak menuju ke air terjun.  
Candi Lor
  •   Candi Lor
Candi Lor merupakan bangunan candi yang terbuat dari batu bata merah yang diyakini sebagai monumen cikal bakal berdirinya kabupaten Nganjuk yang diperingati setiap tanggal 10 April setiap tahunnya. Dari prasasti Anjuk Ladang, diketahui bahwa Mpu Sindok, raja Mataram Hindu yang bergelar Sri Maharaja Sri Isyana Wikrama Dharmottunggadewa memerintahkan Rakai Hinu Sahasra, Rakai Baliswara serta Rakai Kanuruhan pada tahun 937 untuk membangun sebuah bangunan suci bernama Srijayamerta sebagai pertanda penetapan kawasan Anjuk Ladang (kemudian nama ini menjadi "Nganjuk") sebagai kawasan swatantra atas jasa warga Anjuk Ladang dalam peperangan. Pada areal Candi Lor terdapat dua makam abdi dalem kinasih Mpu Sindok yang disebut Eyang Kerto dan Eyang Kerti, dan sebatang pohon kepuh yang telah tumbuh sejak tahun 1866, diketahui dari tulisan Hoepermans.
Candi Ngetos
  •   Candi Ngetos
Candi Ngetos terletak di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, sekitar 17 kilometer arah selatan kota Nganjuk. Bangunannya terletak ditepi jalan beraspal antara Kuncir dan Ngetos. Menurut para ahli, berdasarkan bentuknya candi ini dibuat pada abad XV (kelimabelas) yaitu pada zaman kerajaan (Majapahit). Dan menurut perkiraan, candi tersebut dibuat sebagai tempat pemakaman raja Hayam Wuruk dari Majapahit. Bangunan ini secara fisik sudah rusak, bahkan beberapa bagiannya sudah hilang, sehingga sukar sekali ditemukan bentuk aslinya.
Berdasarkan arca yang ditemukan di candi ini, yaitu berupa arca Siwa dan arca Wisnu, dapat dikatakan bahwa Candi Ngetos bersifat Siwa–Wisnu. Kalau dikaitkan dengan agama yang dianut raja Hayam Wuruk, amatlah sesuai yaitu agama Siwa-Wisnu. Menurut seorang ahli (Hoepermas), bahwa didekat berdirinya candi ini pernah berdiri candi berukuran lebih kecil (sekitar 8 meter persegi), namun bentuk keduanya sama. N.J. Krom memperkirakan bahwa bangunan candi tersebut semula dikelilingi oleh tembok yang berbentuk bulat cincin.
Goa Margo Tresno
  •   Goa Margo Tresno
Goa Yang alam Sekitarnya memiliki panorama pegunungan yang indah dan cukup sejuk. Terletak di desa Sugihwaras, kec. ngluyu, kab. nganjuk.
Sejauh 650 meter sebelum masuk Pintu goa terdapat kolam yang airnya begitu jernih. Luas goa i
ni kurang lebih 15 x 50 meter Dan berhubungan Artikel Baru goa Lemah Jeblong. Di sekitar goa terdapat juga goa yang lain seperti, goa Gondhel, goa Bale, goa Pawon, goa Omah, goa Landak.

Bagaimana pemirsa sekalian? Nganjuk keren kan? tunggu apalagi? yuk buruan pesen tiket pesawat tujuan juanda Suarabaya, lalu dari Surabaya ke Nganjuk butuh waktu kurang lebih 4 jam menggunakan bus. Nggak perlu uang banyak kok untuk berwisata ke Nganjuk. Dijamin murah deh sama bapak Bupati, hehe. Saya tunggu di tanah kelahiran saya ini ya guys. see you next time !
semoga bermanfaat dan happy reading!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar