Assalamualaikum, Ukhti.
Semoga selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Amin.
Dalam edisi kali ini, saya akan membahas soal hijab. Sebagai
muslimah yang baik, sudah menjadi kewajiban kita untuk menutup aurat. Batas
aurat untuk perempuan adalah seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan.
Sudahkah Ukhti menutup bagian tersebut? Semoga sudah ya Ukhti. Yang menjadi
pertanyaannya adalah kenapa harus memakai hijab? Kenapa harus menutup aurat?
Sekedar mematuhi perintah Allah atau memang benar-benar mengerti manfaat kenapa
Allah memerintahkan kita untuk menutup aurat?. Karena semakin tahu berarti
semakin banyak ilmu, berarti marilah kita belajar bersama tentang alasan
menutup aurat. Materi ini saya dapatkan dari http://filsafat.kompasiana.com . Yuk
kita bahas bersama.
Hijab dalam Al-Qur’an
Makna hijab terdapat dalam surah An-Nur yang menyatakan : “Katakan
kepada orang laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan
menjaga kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan. Dan katakan kepada
perempuan yang beriman agar mereka menahan pandangannya” (QS 33:
59). Atau surah Al-Ahzab yang menyatakan : “Wahai Nabi! Katakan kepada istri-istrimu dan
putri-putrimu serta perempuan-perempuan yang beriman agar mereka mengulurkan
jilbab mereka. Dengan demikian mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka
tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Pengasih” (QS 33:
59).
Makna & Fungsi Hijab
Hijab dalam Islam dimaksudkan untuk membatasi antara perempuan dan
laki-laki serta melindungi dari perzinaan. Adapun fungsi dari berhijab adalah
sebagai berikut;
1) Hijab Menenangkan Jiwa
Hijab dapat menghindarkan seseorang dari pergaulan bebas. Islam
mewajibkan agar perempuan menutup auratnya untuk melindungi dirinya. Perempuan
dan laki-laki tidak boleh saling melirik mata dan memandang dengan penuh nafsu
birahi. Pengendalian hasrat berlebih dan nafsu birahi ini dapat menenangkan
jiwa manusia.
2) Hijab Meningkatkan Produktivitas Masyarakat
Kita seringkali mendengar bahwa perempuan yang memakai hijab
menganggu stabilitas baik itu bidang ekonomi dan sosial dalam masyarakat.
Padahal penggunaan hijab untuk membatasi perempuan dan laki-laki dalam
pemenuhan hasrat seksualnya dalam lingkungan kerja. Islam tidak melarang
perempuan untuk tampil di masyarakat apalagi dalam dunia politik dan bisnis.
Islam tidak mengiginkan perempuan hanya diam mengurusi anak-anaknya dan tidak
berguna di masyarakat.
3) Hijab Memuliakan Wibawa Wanita
Dengan hijab, perempuan terlihat berwibawa. Hal ini dikarenakan
dengan berhijab perempuan menutup auratnya dan mencegah pandangan terhadap
lawan jenisnya. Sama halnya seperti etika bertamu pada zaman Rasulullah.
Rasulullah menganjurkan agar memberi salam sebanyak tiga kali dalam bertamu dan
apabila tidak ada jawaban kita kembali. Dalam penerapan hijab, perempuan yang
berada di dalam rumah adalah tidak ingin terlihat oleh orang yang bukan
muhrimnya. Perempuan dan laki-laki dihadapkan pada menahan pandangannya dan
menjaga kemaluannya dari perzinaan.
Mengapa Harus Memakai Hijab?
a) Alasan Filosofis
Pemakaian hijab pada zaman dahulu dianggap sebagai asketisisme,
paham yang mempraktikkan kesederhanaan dan meninggalkan urusan dunia. Hal ini
sama pahamnya dengan pendeta Kristen atau para biksu yang tidak menerima
kenikmatan dunia yang diberikan oleh Tuhan bahkan mengenai perempuan. Padahal,
Allah SWT melalui Rasulullah Saw. memerintahkan untuk bergaul dengan
istri-istrinya. Jika itu sudah perintah-Nya, maka bercinta dengan istri adalah
ibadah yang menuai pahala disisi-Nya.
b) Alasan Sosial
Hijab juga menjaga keamanan kaum perempuan. Seperti pada zaman
dahulu perempuan berhijab dan disimpan di dalam harem. Dalam pandangan Islam
hijab melindungi keamanan perempuan termasuk ancaman dari seseorang.
c) Alasan Ekonomi
Yang terjadi pada zaman dahulu bahkan mungkin masih ada sampai saat
ini adalah memenjarakan perempuan, mengurus anak-anaknya, dan hanya mengerjakan
pekerjaan rumah yang diberikan oleh suaminya. Padahal dalam Islam tidak
diajarkan demikian. Islam tidak melarang perempuan untuk mengatur kegiatan
ekonominya seperti bekerja atau melakukan sesuatu tanpa unsur paksaan.
d) Alasan Etika
Dahulu, alasan penerapan hijab dalam masyarakat adalah kaum pria
mendominasi kaum perempuan. Contohnya seperti penerapan hijab kepada istri dan
tata caranya dilakukan oleh suami mereka karena mereka cemburu apabila istrinya
dipandang oleh laki-laki lain. Padahal dalam Islam tidak seharusnya demikian.
Dalam Islam, gairah dan cemburu itu berbeda. Cemburu bersifat individual dan
gairah bersifat universal. Hijab dikatakan beretika untuk melindungi faktor
universal tadi; gairah. Bukan sekadar faktor indivual seperti cemburu.
e) Alasan Psikologis
Pada zaman dahulu ketika perempuan kedatangan tamu bulanan atau
haid dikatakan sebagai perempuan yang kotor dan tidak boleh bergaul dengan
mereka. Hal ini tentu berpengaruh kepada dampak psikologis perempuan yang
dimana ia malu untuk tampil di tengah masyarakat. Padahal dalam Islam hal ini tidak
ada sama sekali. Perempuan yang sedang haid boleh bergaul dengan siapa saja
kecuali ia berhubungan suami istri. Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan, “Mereka
bertanya kepadamu tentang menstruasi. Katakanlah, ‘Menstruasi itu adalah
kotoran. Karena itu janganlah bersetubuh dengan perempuan pada saat itu hingga
mereka suci (QS 2:222).
Islam itu Memudahkan
Seperti namanya, islam adalah jalan keselamatan. Islam hadir untuk
memudahkan manusia, baik itu perempuan maupun lelaki dari jalan-jalan yang
sulit lagi menyesatkan. Islam hadir sebagai jalan tengah antara gaya hidup seks
bebas barat dan konservatisme masyarakat adat yang tertutup. Maka, Islam
memperbolehkan wanita untuk keluar rumah dan berkegiatan sosial seperti lelaki
selama mereka menjaga auratnya dengan hijab. Rasulullah Saw. sangat
memperhatikan hak-hak kaum wanita. Beliau Saw. selalu memisahkan antara
laki-laki dan perempuan serta batasan-batasan yang masuk akal dan mendasar
dalam Islam.
Itulah mengapa
Islam sangat ekstra melindungi dan menjaga orang-orang muslim. Semua aturan
Allah itu sejatinya akan kembali kepada kebaikan diri kita masing-masing. Semoga
apa yang kita kerjakan akan selalu mendapat ridho dari Allah SWT.
Semoga bermanfaat dan happy reading!.




