Selasa, 10 Februari 2015

Hijab. Untuk Apa?


Assalamualaikum, Ukhti.
Semoga selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.
Dalam edisi kali ini, saya akan membahas soal hijab. Sebagai muslimah yang baik, sudah menjadi kewajiban kita untuk menutup aurat. Batas aurat untuk perempuan adalah seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan. Sudahkah Ukhti menutup bagian tersebut? Semoga sudah ya Ukhti. Yang menjadi pertanyaannya adalah kenapa harus memakai hijab? Kenapa harus menutup aurat? Sekedar mematuhi perintah Allah atau memang benar-benar mengerti manfaat kenapa Allah memerintahkan kita untuk menutup aurat?. Karena semakin tahu berarti semakin banyak ilmu, berarti marilah kita belajar bersama tentang alasan menutup aurat. Materi ini saya dapatkan dari http://filsafat.kompasiana.com . Yuk kita bahas bersama.

Hijab dalam Al-Qur’an
Makna hijab terdapat dalam surah An-Nur yang menyatakan : “Katakan kepada orang laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan. Dan katakan kepada perempuan yang beriman agar mereka menahan pandangannya” (QS 33: 59). Atau surah Al-Ahzab yang menyatakan : “Wahai Nabi! Katakan kepada istri-istrimu dan putri-putrimu serta perempuan-perempuan yang beriman agar mereka mengulurkan jilbab mereka. Dengan demikian mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Pengasih” (QS 33: 59).

Makna & Fungsi Hijab
Hijab dalam Islam dimaksudkan untuk membatasi antara perempuan dan laki-laki serta melindungi dari perzinaan. Adapun fungsi dari berhijab adalah sebagai berikut;
            1) Hijab Menenangkan Jiwa
Hijab dapat menghindarkan seseorang dari pergaulan bebas. Islam mewajibkan agar perempuan menutup auratnya untuk melindungi dirinya. Perempuan dan laki-laki tidak boleh saling melirik mata dan memandang dengan penuh nafsu birahi. Pengendalian hasrat berlebih dan nafsu birahi ini dapat menenangkan jiwa manusia.
            2) Hijab Meningkatkan Produktivitas Masyarakat
Kita seringkali mendengar bahwa perempuan yang memakai hijab menganggu stabilitas baik itu bidang ekonomi dan sosial dalam masyarakat. Padahal penggunaan hijab untuk membatasi perempuan dan laki-laki dalam pemenuhan hasrat seksualnya dalam lingkungan kerja. Islam tidak melarang perempuan untuk tampil di masyarakat apalagi dalam dunia politik dan bisnis. Islam tidak mengiginkan perempuan hanya diam mengurusi anak-anaknya dan tidak berguna di masyarakat.
            3) Hijab Memuliakan Wibawa Wanita
       Dengan hijab, perempuan terlihat berwibawa. Hal ini dikarenakan dengan berhijab perempuan menutup auratnya dan mencegah pandangan terhadap lawan jenisnya. Sama halnya seperti etika bertamu pada zaman Rasulullah. Rasulullah menganjurkan agar memberi salam sebanyak tiga kali dalam bertamu dan apabila tidak ada jawaban kita kembali. Dalam penerapan hijab, perempuan yang berada di dalam rumah adalah tidak ingin terlihat oleh orang yang bukan muhrimnya. Perempuan dan laki-laki dihadapkan pada menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya dari perzinaan.

Mengapa Harus Memakai Hijab?
      a) Alasan Filosofis
      Pemakaian hijab pada zaman dahulu dianggap sebagai asketisisme, paham yang mempraktikkan kesederhanaan dan meninggalkan urusan dunia. Hal ini sama pahamnya dengan pendeta Kristen atau para biksu yang tidak menerima kenikmatan dunia yang diberikan oleh Tuhan bahkan mengenai perempuan. Padahal, Allah SWT melalui Rasulullah Saw. memerintahkan untuk bergaul dengan istri-istrinya. Jika itu sudah perintah-Nya, maka bercinta dengan istri adalah ibadah yang menuai pahala disisi-Nya.
            b) Alasan Sosial
Hijab juga menjaga keamanan kaum perempuan. Seperti pada zaman dahulu perempuan berhijab dan disimpan di dalam harem. Dalam pandangan Islam hijab melindungi keamanan perempuan termasuk ancaman dari seseorang.
            c) Alasan Ekonomi
Yang terjadi pada zaman dahulu bahkan mungkin masih ada sampai saat ini adalah memenjarakan perempuan, mengurus anak-anaknya, dan hanya mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh suaminya. Padahal dalam Islam tidak diajarkan demikian. Islam tidak melarang perempuan untuk mengatur kegiatan ekonominya seperti bekerja atau melakukan sesuatu tanpa unsur paksaan.
            d) Alasan Etika
Dahulu, alasan penerapan hijab dalam masyarakat adalah kaum pria mendominasi kaum perempuan. Contohnya seperti penerapan hijab kepada istri dan tata caranya dilakukan oleh suami mereka karena mereka cemburu apabila istrinya dipandang oleh laki-laki lain. Padahal dalam Islam tidak seharusnya demikian. Dalam Islam, gairah dan cemburu itu berbeda. Cemburu bersifat individual dan gairah bersifat universal. Hijab dikatakan beretika untuk melindungi faktor universal tadi; gairah. Bukan sekadar faktor indivual seperti cemburu.
            e) Alasan Psikologis
Pada zaman dahulu ketika perempuan kedatangan tamu bulanan atau haid dikatakan sebagai perempuan yang kotor dan tidak boleh bergaul dengan mereka. Hal ini tentu berpengaruh kepada dampak psikologis perempuan yang dimana ia malu untuk tampil di tengah masyarakat. Padahal dalam Islam hal ini tidak ada sama sekali. Perempuan yang sedang haid boleh bergaul dengan siapa saja kecuali ia berhubungan suami istri. Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan, “Mereka bertanya kepadamu tentang menstruasi. Katakanlah, ‘Menstruasi itu adalah kotoran. Karena itu janganlah bersetubuh dengan perempuan pada saat itu hingga mereka suci (QS 2:222).

Islam itu Memudahkan
Seperti namanya, islam adalah jalan keselamatan. Islam hadir untuk memudahkan manusia, baik itu perempuan maupun lelaki dari jalan-jalan yang sulit lagi menyesatkan. Islam hadir sebagai jalan tengah antara gaya hidup seks bebas barat dan konservatisme masyarakat adat yang tertutup. Maka, Islam memperbolehkan wanita untuk keluar rumah dan berkegiatan sosial seperti lelaki selama mereka menjaga auratnya dengan hijab. Rasulullah Saw. sangat memperhatikan hak-hak kaum wanita. Beliau Saw. selalu memisahkan antara laki-laki dan perempuan serta batasan-batasan yang masuk akal dan mendasar dalam Islam.
                Itulah mengapa Islam sangat ekstra melindungi dan menjaga orang-orang muslim. Semua aturan Allah itu sejatinya akan kembali kepada kebaikan diri kita masing-masing. Semoga apa yang kita kerjakan akan selalu mendapat ridho dari Allah SWT.
Semoga bermanfaat dan happy reading!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar